artikel

Enaknya Flu dan Batuk

November 14, 2019

Hari-hari belakangan ini saya “disibukan” dengan hidung yang mampet dan dada sesak karena batuk terus menerus. Tapi sebagai seorang “kuli”, mau tak mau saya harus tetap masuk kerja dan menyelesaikan pekerjaan yang selalu menumpuk dan terus bertambah.

Adakalanya, malam hari saya sudah tidak kuat beraktivitas lagi sehingga kadang mengabaikan anak-anak yang mengajak main, ngobrol bahkan bersenda gurau. Begitulah, kalau badan sudah dihinggapi satu penyakit yang “hanya” batuk dan pilek.

Beberapa hari yang lalu, anak saya bercerita tentang kakak kelasnya yang meninggal akibat paru-paru basah dan kemudian muntah darah. Nauzubillah min zalik bila hal ini terjadi pada saya juga. Hal ini kemudian membuat saya berfikir tentang orang-orang yang memiliki penyakit yang lebih berat dari sekedar batuk dan pilek yang saya derita belakangan ini. Penyakit-penyakit kronis yang dokter pun “menyerah” terhadap kondisinya.

Sungguh, bila dibandingkan dengan mereka, saya sangat jauh-jauh lebih beruntung. Saya yang berfikir tidak perlu pergi ke dokter karena pasti dokter memberikan obat yang sama yang dijual di apotek, saya yang berfikir cukup istirahat saja saya di hari minggu; merelaksasi tubuh saya untuk pertempuran di minggu berikutnya, dan saya yang berfikir bahwa kasur, selimut dan bantal adalah obat yang paling mujarab buat saya.

 

Kemarin malam, setelah pulang dari rutinitas pekerjaan, si sulung, si bungsu dan juga mama-nya anak-anak mengerubungi saya di tempat tidur. si sulung memijat-mijat tangan saya, lalu si bungsu kepala saya dan mama-nya anak-anak di kaki saya. Inilah kenikmatan yang hakiki, dikelilingi oleh orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya. Inilah kenikmatan hidup!!!